Orang-orang tidak pandai menangis lagi, mereka hanya mengeluh. Setiap orang mengeluh karena kesusahan hidup. Beras sudah tiga rupiah satu liter, gado-gado setalen sebungkus kecil. Di mana-mana orang berbicara tentang beras, kesusahan hidup, dan setiap orang menyalahkan Nippon, Jawa terkenal dengan beras, mengapa kita kekurangan? Belum pernah terjadi yang seperti ini.
Orang-orang tidak pandai menangis lagi, mereka hanya mengeluh. Setiap orang mengeluh karena kesusahan hidup. Beras sudah tiga rupiah satu liter, gado-gado setalen sebungkus kecil. Di mana-mana orang berbicara tentang beras, kesusahan hidup, dan setiap orang menyalahkan Nippon, Jawa terkenal dengan beras, mengapa kita kekurangan? Belum pernah terjadi yang seperti ini.
"Di sinilah munculnya para dewa-dewa penolong. Mereka seolah turun dari langit. Mereka membantu para kaum pelarian dan siapapun yang tengah menderita. Apakah mereka benar-benar dewa yang membantu dengan tulus atau mengharap pamrih?" Revolusi tak selamanya menyisakan cerita heroik, penuh pengorbanan dan kisah kepahlawanan. Kancah agung revolusi pada awal kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 ju…